PENDIDIKAN PESANTREN DAN PERANNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM PARA SANTRI

PENDIDIKAN PESANTREN DAN PERANNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM PARA SANTRI

Spread the love

PENDIDIKAN PESANTREN DAN PERANNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM PARA SANTRI

Humanisasi pada dasarnya adalah tujuan dari pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan manusia menjadi makhluk yang mampu berpikir kritis, memiliki rasa kemanusiaan, dan kemampuan untuk merefleksikan diri hingga menjadi manusia seutuhnya.

Identitas budaya bangsa kita nampaknya semakin lama semakin menghilang. Dimana anak-anak lebih senang bermain gadged dan game bersama teman-temannya dan melupakan kapan mereka harus beribadah secara istiqomah. Semakin puasnya mereka dengan perkembangan IPTK yang semakin meningkat. Akan menjadi tantangan tersendiri untuk mendidik anak yang memiliki pemahaman agama yang menyeluruh. Pondok pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan non formal. Di Indonesia, sekolah berasrama lebih sering disebut sebagai pondok pesantren, sekolah asrama adalah tempat di mana siswa, atau santri, tinggal di lingkungan yang sederhana. Biasanya, pondok pesantren lebih menekankan pada pembelajaran kitab, seperti kitab kuning yaitu membaca kitab gundul (tanpa harakat) dengan lanyah atau lanar. Di pondok pesantren, santri lebih diarahkan untuk menghafal, dan santrinya harus menyetorkan hafalannya.

Fungsi utama pesantren adalah sebagai lembaga pendidikan Islam dengan tujuan menghasilkan Muslim yang menguasai ilmu-ilmu agama dengan baik dan ikhlas menghayati serta mengamalkannya semata-mata karena Allah. Selain memenuhi fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam dan menyebarkan prinsip-prinsip Islam, pesantren juga berfungsi sebagai simpul keagamaan, keilmuan, pelatihan, pengembangan masyarakat, dan budaya. Budaya kemudian adalah pesantren di mana peran-peran ini biasanya berkembang tahap demi tahap bukan secara langsung. Pesantren memiliki potensi untuk berkembang menjadi lembaga keilmuan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat setelah mencapai kesuksesan sebagai lembaga Pendidikan.

Oleh : Syahda Azmi Oktari

1,597 Responses